Slogan 4 Sehat 5 Sempurna Tidak Dipakai Lagi?

 Slogan 4 Sehat 5 Sempurna Tidak Dipakai Lagi?


Kalau kamu anak 90-an atau 2000-an pasti sering dengar slogan: "Empat Sehat Lima Sempurna" 
Tapi kamu tau gak, slogan itu sekarang udah pensiun, lho!
Bahkan bukan ganti nama aja, tapi konsepnya juga tidak dipakai lagi sebagai pedoman resmi Gizi di Indonesia.
Kenapa yaa? apakah udah basi kayak mantan, hehe.


Yuk, kita bahas bareng!




"4 Sehat 5 Sempurna" diciptakan tahun 1955 oleh Prof. Poerwo Soedarmo, pelopor ilmu gizi Indonesia. Waktu itu, masyarakat Indonesia lagi butuh edukasi dasar tentang pentingnya makan bergizi. 

Isinya simpel yaitu nasi (karbohidrat), lauk pauk (protein), sayur (vitamin & mineral), buah (vitamin & serat), dan susu (penyempurna).

Keren kan? Untuk zaman nya sih, ini revolusioner. Tapi, setelah penelitian lanjut ini kurang efektif di zaman sekarang.

Prof Dr Hardinsyah, MS, Ketua Umum Pegizi Pangan Indonesia, mengatakan bahwa sejak adanya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 41 tahun 2014, 4 sehat 5 sempurna tak lagi digunakan karena tidak mencakup seluruh aspek gaya hidup sehat masyarakat.

Berikut  Alasan Penggantian Konsep Lama :

1. Tidak ada kejelasan porsi

Konsep 4 Sehat 5 Sempurna tidak menyertakan informasi jumlah yang harus dikonsumsi dalam sehari. Konsep lama ini hanya mementingkan kelengkapan makanan seperti harus ada karbohidrat, protein, sayur, buah, dan susu tanpa memperhatikan takaran porsinya yang mana jika berlebihan atau kurang dalam mengonsumsi zat tertentu juga tidak baik contohnya kelebihan konsumsi karbohidrat akan menyebabkan obesitas dan kalau kekurangan bisa menyebabkan stunting. Dikatakan Prof Hardin, salah satu alasan mengapa perlu adanya penggantian konsep lama ini adalah meningkatnya angka penyakit tidak menular dan kegemukan pada masyarakat Indonesia. Di sisi lain, masih tingginya jumlah anak yang mengalami stunting juga merupakan masalah tersendiri.

2. Susu bukan penyempurna.

Dalam konsep 4 Sehat 5 Sempurna, susu menjadi minuman yang dikelompokkan tersendiri dan dianggap sebagai penyempurna. Padahal susu masuk ke dalam kelompok lauk-pauk dan bukan makanan penyempurna karena dapat digantikan dengan jenis makanan lainnya yang sama nilai gizinya. 

Dijelaskan dalam laman Harvard T.H. Chan School of Public Health, susu sapi utuh sendiri mengandung sekitar 87 persen air, 13 persen sisanya adalah protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

Kandungan kalsium dari susu bisa didapatkan dari buah-buahan dan sayur-sayuran. Misalnya, alpukat yang diketahui kaya akan kalsium, yang mana 100 gramnya mengandung 12 miligram kalsium. Contoh lain adalah brokoli, yang mana 100 gram brokoli mengandung 118 miligram kalsium yang baik untuk tubuh. Selain itu, kalsium juga bisa didapatkan dari beberapa produk laut, seperti ikan kembung, tuna, teri, salmon, tongkol, dan lain-lain.

Dan beberapa orang ada yang intoleran terhadap laktosa susu. Mereka dapat mengganti dengan alternatif makanan lain yang sama nilai gizinya dengan susu.

3. Tidak menggambarkan kebutuhan air mineral

Konsep 4 Sehat 5 Sempurna tidak menggambarkan bahwa tubuh perlu minum air mineral secara cukup, aman, dan bersih. Sementara manusia pentingnya mencukupi kebutuhan minum air mineral minimal 2 liter atau sekitar 8 gelas per hari.


4. Tidak bahas aktivitas fisik dan gaya hidup sehat.

Konsep 4 sehat 5 sempurna tidak membahas pentingnya aktifitas fisik dan gaya hidup sehat. 

Padahal sekarang, hidup sehat gak cuma soal makan doang.


Kenalan dengan "Pedoman Gizi Seimbang & Isi Piringku"


Sesuai Permenkes nomor 41 tahun 2014 tersebut, konsep yang digunakan saat ini adalah Pedoman Gizi Seimbang.

"Sebenarnya pedoman gizi seimbang ini mencakup 4 sehat 5 sempurna. Namun ditambah dengan aspek baru sesuai keadaan masyarakat saat ini yaitu rutin aktivitas fisik, batasi konsumsi gula, garam dan lemak, menjaga kebersihan dan sanitasi makanan serta biasakan minum air putih," tutur Prof Hardin, dalam sesi kelas Jurnalisme AJI dan Danone di Gedung Cyber 2, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Slogan tersebut memiliki 4 prinsip dasar, yaitu :

  1. Mengkonsumsi anekaragam pangan
  2. Melakukan aktifitas fisik dan olahraga yang teratur
  3. Menerapkan pola hidup bersih
  4. Memantau dan mempertahankan berat badan ideal

Jika sulit dipahami, Departemen Kesehatan RI telah mengeluarkan pedoman umum gizi seimbang dengan visualisasi dalam bentuk Tumpeng Gizi Seimbang untuk memudahkan kita dalam mengingat Gizi Seimbang nih!



Mengapa kita harus selalu mengingat serta menerapkan slogan Gizi Seimbang?

Apa sih peran dari Tumpeng Gizi Seimbang?


1. Sebagai panduan untuk menerapkan pola hidup sehat
2. Sebagai panduan dalam porsi-porsi makanan
3. Mempermudah dalam pencegahan penyakit tidak menular


Kenalan Sama: ISI PIRINGKU


Masih sulit dipahami? Oke, kita gunakan visualisasi dalam sekali makan. Yuk simak gambar diatas!
Tahun 2017, Kementerian Kesehatan resmi memperkenalkan "Isi Piringku" sebagai panduan baru. Lebih modern, lebih lengkap, dan... lebih realistis.


Isinya Gimana? 

Bayangin piring makan kamu dibagi jadi empat:

  • 1/2 piring = Sayur + Buah

  • 1/2 piring = Karbohidrat + Protein

  • Tambahan: Minum air putih & jaga kebersihan tangan

Plus, aktif gerak, cukup istirahat, dan tidak lupa bahagia. (Ini beneran masuk anjuran, lho!)

jadi kesimpulannya, adalah 4 Sehat 5 Sempurna itu penting dalam sejarah, tapi sekarang kita harus upgrade ke pedoman yang lebih sesuai zaman: "Pedoman Gizi SeimbangIsi Piringku". Karena makan sehat itu bukan cuma soal apa yang kita makan, tapi juga berapa banyak, bagaimana cara makannya, dan gaya hidup kita sehari-hari.






Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :




How's Your Feeling?

😍😌😱😔



  

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Label Nutrisi Pada Kemasan Makanan Dengan Mudah

Seberapa Ampuh Air Lemon Menurunkan Berat Badan?